Guna meningkatkan mutu out come mahasiswa, Program Studi (Prodi) Hukum Keluarga Islam (HKI) STAIMU memberikan mata kuliah Praktikum Peradilan kepada mahasiswa semester VII yang dilaksanakan di Pengadilan Agama (PA) Pamekasan, tanggal 6-8 November lalu.

Moh. Subhan selaku Kaprodi, mengatakan mata kuliah ini bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa mempraktekkan mata kuliah Hukum Acara Pidana, Hukum Acara Perdata, dan mata kuliah Hukum Acara Peradilan Agama serta mata kuliah Kompilasi Hukum Islam.

“Disamping itu mahasiswa akan belajar secara langsung dengan melakukan tanya jawab kepada hakim terhadap masalah-masalah hukum yang disidangkan dan mereka akan mengetahui bagaimana sebuah keputusan dan ketetapan hukum dilakukan oleh majelis hakim,” lanjutnya, Ahad (09/12/2018).

Pada kegiatan tersebut, lanjut Subhan, mahasiswa berkesempatan melakukan observasi sistem administrasi pengadilan seperti struktur organisasi pengadilan, prosedur berperkara, administrasi penanganan perkara secara kronologis: mulai pendaftaran sampai eksekusi putusan.

“Pada hari-hari terakhir kegiatan ini, mahasiswa melakukan praktikum peradilan semu di Pengadilan Agama Pamekasan yang langsung dipandu oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Pamekasan, Bapak Taufik, dengan tujuan agar mahasiswa mendapat pengalaman untuk bisa mengadili dan memutus perkara seperti dalam persidangan yang sebenarnya,” imbuhnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu menujang kemampuan mahasiswa yang telah mendapatkan teori-teori dalam perkuliahan dan mengaplikasinya di masyarakat sesuai dengan Hukum Islam dan Undang-Undang yang berlaku.

Menurut Rumhullah, salah satu mahasiswa yang menjadi pemeran dalam simulasi sidang peradilan semu tersebut mengungkapkan, adanya Praktikum Peradilan ini ia terbiasa dengan suasana pengadilan, membuatnya lebih percaya diri, lebih kritis dalam mengamati situasi di pengadilan.

“Situasi peradilan semu dengan peradilan yang sebenarnya jauh berbeda: peradilan semu berisi teman-teman kita sendiri, sedangkan peradilan yang asli adalah mereka orang-orang yang sedang bermasalah dalam bidang hukum. Meskipun demikian, setidaknya peradilan semu ini melatih mental kita untuk menghadapi peradilan yang sesungguhnya,” pungkasnya.

Dalam praktek ini, mahasiswa yang berjumlah 19 orang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok pertama menyimulasikan Perkara Cerai Gugat, sedangkan kelompok dua bertugas menyimulasikan Perkara Cerai Talak. Masing-masing mahasiswa di tiap kelompok memiliki peran yang berbeda dalam simulasi tersebut sebagaimana layaknya peradilan sesungguhnya.

Bertindak sebagai supervisor: Mansur, M.H.I dan DR. Fahmi Assulthoni, M.H.I. Keduanya dosen Prodi HKI STAIMU. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *