Pamekasan — Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Ulum Pamekasan merupakan bagian tugas akhir bagi mahasiswa semester akhir sebagai bentuk pengimplementasian Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Tahun ini para mahasiswa peserta KPM terbagi menjadi 13 Posko di dua kecamatan, yakni: Kecamatan Palengaan, dan Kecamatan Larangan dengan jumlah Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sebanyak 13 orang.

Lebih lanjut, kegiatan KPM tahun ini para peserta ditekankan agar bisa memahami dan menerapkan materi berbasis Participatory Action Research (PAR) dan Participatory Rural Apraissal (PRA) dengan tahapan; pengenalan teori dan praktek PAR dan PRA, arah dan kebijakan KPM PAR, Rural Empowerment, serta penyusunan program kerja.

Oleh karenanya, Posko V yang ada di Desa Panaguan, Kecamatan Larangan para peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut dengan lebih memprioritaskan pada beberapa aspek yang meliputi; sistematika laporan, argumentasi dan relevansi, serta aplikasi pemberdayaan masyarakat pada nilai-nilai sosial, budaya, dan keagamaan melalui proses pemetaan desa berdasarkan kondisi wilayah (mapping) serta Penelusuran Wilayah dengan pengamatan langsung.

Habibur Rohman, Koordinator Desa (Kordes) Posko V, sangat bersyukur dan berterimakasih atas semangat yang ditunjukkan teman-temannya. Ia berharap, semangat itu tetap melekat hingga akhir kegiatan.

“Semoga semangat ini semakin tinggi tanpa harus tercederai,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.