STAI-MU masuk daftar enam perguruan tinggi di Madura penyelenggara program beasiswa khusus mahasiswa Madrasah Diniyah (Madin). Tiga orang tim monitoring utusan Pemerintah Privinsi Jawa Timur, Kamis sore (07/02/19), mendatangi kampus ini guna melakukan verifikasi proposal penyelenggaraan program tersebut.

Ditemui Kaprodi PAI, Abd. Ghani, selain verifikasi proposal, tim juga menyurvei kelayakan beberapa ruang perkuliahaan dan mengevaluasi program tersebut yang sudah berjalan sejak tahun akademik 2017-2018.

“Beasiswa Madin yang semula hanya mendapatkan jatah 29 mahasiswa, Alhamdulillah di tahun 2019 ini STAI-MU masih dipercaya untuk mengelola mahasiswa dengan jumlah yang sama, yaitu 30 mahasiswa,” kata Ghani.

Dalam monitoring tersebut, tim berpesan suoaya mahasiswa tidak hanya diperkuat sisi keilmuannya sebagai tenaga pendidik, tetapi juga didorong menjadi peneliti yang profesional. Sebab secara umum, penerima beasiswa provinsi ini lemah di bidang pembuatan skripsi.

Hal senada dibenarkan Rusdianto selaku Pembantu Ketua I Bidang Kurikulum. Menurutnya, minimnya pengetahuan mahasiswa tentang metodelogi penelitian bisa jadi disebabkan oleh mahasiswa yang rata-rata berangkat dari Madrasah Diniyah pesantren dari pelosok Desa. Rusdi berkomitmen akan meningkatkan kembali penguatan keilmuan di bidang penelitian. (*)

2 comments

  1. Maksudnya gmna ya pak??

    Apakah anak itu(lulusan madin) yang kuliah di STIMU itu gratis.?

    Atau oleh pihak STIMU anak tersebut direkomendasikan untuk kuliah ke kampus ternama lainnya??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *