PAMEKASAN — Sebanyak 86 mahasiswi Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAIMU Pamekasan, Jumat (28/12/2018) mengikuti prosesi yudisium di Aula STAIMU Kampus 2, Kompleks Pondok Pesantren Putri Miftahul Ulum Kebun Baru, Kacok, Palengaan, Pamekasan.

Abd. Ghani selaku Kaprodi PAI dalam sambutannya meminta seluruh peserta yang hadir mengawali pendidikan informasi dalam masyarakat. Sebab dalam perkembangan digital ini, menurut Ghani, anak-anak melenial tantangannya adalah informasi, utamanya di media sosial.

“Di era ini, alumni harus merasa bodoh ketimbang merasa paling ngerti dan pintar di tengah-tengah kebanyakan orang merasa paling pintar dan benar. Sebab, jika merasa paling bodoh, maka alumni STAIMU akan terdorong lagi untuk terus belajar dan mencari ilmu,” lanjutnya.

Pengurua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (LAKPESDAM) PCNU Pamekasan ini juga meminta, ketika mahasiswa kembali ke masyarakat supaya bergabunf dengan organisasi kemasyarakatan yang santun dan selalu menjaga nilai-nilai akhlakul karimah.

“Oleh sebab itu, nanti mahsiswi STAIMU ketika sudah di masyarakat bisa masuk ke Fatayat atau Muslimat NU,” pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan itu seluruh pimpinan STAIMU: KH. Taufik Hasyim selaku Ketua, Rusdiyanto selaku Wakil Ketua (Waka) I, H. Mohammad Romli (Waka II), dan Waka III, Maltuful Anam. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *