Guna membangun sinergi antar pimpinan dan badan-badan di bawahnya, STAI-MU Pamekasan menggelar Rapat Kerja (Raker) di Ruang Pertemuan BMT Mawaddah, Potoan Laok, Palengaan, Pamekasan, Sabtu sampai Ahad (02-03/022019).

Dalam sambutannya saat pembukaan, KH. Taufik Hasyim selaku Ketua berharap, agenda tersebut dapat melahirkan keputusan yang menjadi acuan proses akademik selama satu tahun ke depan.

STAI-MU, lanjut kiai yang akrab disapa Ra Taufik ini, sebagai tempat para ahli berkumpul harus menjadi garda depan dalam menciptakan perubahan.

Ra Taufik menceritakan, Islam melalui kampus Al-Nidzamiah Baghdad yang dibangun Nizham al-Mulk Dinasti Bani Saljuk mampu melahirkan banyak intelektual muslim terkenal. Kampus ini menjadi perguruan tinggi negeri pertama dalam Islam. Konsep kampus ini, lanjut Ra Taufik, kemudian diadopsi oleh kampus-kempus lain, termasuk tugas akhir bagi mahasiswa seperti skripsi.

“Bahkan, Imam Ghazali sempat tes tiga kali untuk masuk kampus ini. Tapi di kemudian hari, beliau menjabat sebagai Rektor di kampus ini,” ujarnya.

Setelah berlangsung selama dua hari, Raker kemudian secara resmi ditutup, Ahad (03/02/2019) siang. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *